7
komentar
Posted in
Label:
canon,
canon pixma,
canon pixma mx308,
cara mengatasi error 5b00 canon pixma mx308,
error 5b00,
error 5b00 canon pixma mx308,
mx308,
pixma mx308,
printer canon pixma mx308
CARA MENGATASI ERROR 5B00 PADA PRINTER CANON PIXMA MX308
Berikut cara-caranya langsung saja :
- Pertama, masuk ke Service Mode printer :
- Matikan Printer
- Tekan dan tahan tombol stop/reset
- Tekan dan tahan tombol power
- Lepas tombol Stop/Reset, tekan lagi sebanyak 2 kali tombol Stop/Reset ( tahan tombol power )
- Lepas secara bersamaan, lalu dilayar anda mucul andatulisan “Service Mode”
- Berarti saat ini, anda sudah berhasil memasuki menu “Service Mode”
- Setelah memasuki menu Service Mode, tekan tombol Stop/Reset sebanyak 4 kali
- Siapkan kertas pada tempat Load kertas Printer
- Tekan tombol Power satu kali, lalu kertas akan di Load oleh Printer
- Setelah kertas selesai di Load oleh printer, tekan tombol power 1 kali lagi, untuk mematikan printer
- Nyalakan kembali printer
-
Setelah printer anda menyala, muncul Menu Language di LCD Monitor
Printer anda, pilih sesuai keinginan anda (Contoh English), lalu muncul
Menu Country, pilih sesuai negara anda dan bila negara anda tidak
terdapat dalam daftar, pilih “OTHER”
- Setelah
semua selesai, test printer anda untuk mencetak sebuah dokumen, dan bila
muncul notifikasi kembali di layar LCD anda, tekan tombol OK yang ada
dibawah LCD Monitor anda
Reset Tinta Canon MX308
1. Posisi printer mati dan kabel power terhubung ke listrik.
2. Tekan dan tahan tombol reset, kemudian tekan tombol power, sedangkan tombol resetnya tetap di tahan
3. Tekan tombol reset 2x
4. Lepas semua tombol
5. Tunggu sampai Canon MX308 berhenti dan diam (Standby)
6. Tekan tombol reset 1x, kemudian tombol Power 1x
7. Dan Canon MX308 akan mencetak 1 halaman
8. Kemudian tekan tombol reset 2x
9. Dan Canon MX308 akan mencetak 1 halaman lagi
10. Tekan tombol reset 3x
11. Tekan tombol reset 4x lagi
12. Matikan printer canon MX 308 dengan menekan tombol powernya.
Mengatasi Absorber Full pada printer Canon MX 308
Indikasi di LCD printer akan muncul kode 8B00
Cara mengatasinya adalah sbb:
- Hubungkan kabel power
- Tahan STOP / RESET tombol (masih dalam keadaan mati)
- Tahan tombol POWER
- Lepaskan tombol STOP / RESET
- Tekan tombol STOP / RESET dua kali berturut-turut
- Lepaskan Tombol Power
- Letakkan selembar kertas A4 dalam baki kertas
- Tekan tombol STOP / RESET tombol 4 kali (lampu POWER dan lampu akan berkedip bergantian ALARM setiap kali tombol ditekan)
- Matikan printer dengan menekan tombol POWER dan hidupkan lagi.
- Printer siap digunakan......
- Selamat mencoba semoga berhasil.
http://www.facebook.com/herubjr
0
komentar
Posted in
Label:
aplikasi,
aplikasi sky driver,
banjar,
bjr,
driver,
free download,
full vertion,
heru,
herubjr,
sky,
sky driver,
sky driver version 9,
software,
software sky driver
SKY DRIVER V.9
Assalamu'alaikum sobat, baru-baru ini saya menemukan sebuah software gratisan yang menurut saya sangat berguna bagi saya, karena yang aktivitas kesehariannya biasa suka nyervis komputer.
Ceritanya pada awalnya saya sangat bingung mengenai bagaimana mencari driver mulai dari sound driver, vga dll. khususnya untuk urusan komputer jadul....eh setelah aku maen ke temen ke sesama profesi alias tukang servis, dia Yusuf namanya menyarankan menggunakan software gratisan yang namanya SKY DRIVER...setelah dicoba eh ternyata benar begitu mudah dan tak pusing-pusing lagi saya mencari driver yang begitu sulit dicari khususnya yang menggunakan System Operasi Windows XP.
Caranya begitu mudah tinggal download lalu instal dan jalankan jadi deh....ketauan mana yang belum ada drivernya dan otomatis langsung menginstalnya sendiri MUDAHKAN!!!
untuk download aplikasinya silahkan klik tautan di bawah ini :
Untuk Windows XP
Untuk Windows XP
- Full Version (600 MB)
- Windows 7 (32 Bit / x86) http://mediahide.com/?51R9Z3WBQ3T1J4U
- Untuk Windows 7 (64 Bit / x64)
http://www.ziddu.com/download/14261856/SkyDriverXP_V9.9.rar.html
0
komentar
Posted in
Senja Band - Cahaya Hati.wma - 4shared.com - berbagi-pakai musik dan mp3 - unduh: Senja Band - Cahaya Hati.wma
0
komentar
Posted in
Berikut ini sebuah cerita dari Bayazid Al-Busthami, yang insha’allah, dapat kita ambil pelajaran daripadanya; Di samping seorang sufi, Bayazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang pelajar yang juga memiliki murid yang banyak. Pelajar itu juga menjadi guru bagi jamaahnya sendiri. Kerana telah memiliki murid, pelajar ini selalu memakai pakaian yang menunjukkan kesalihannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu.
Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Bayazid, “Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya. Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan.”
Bayazid menjawab, “Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu.”
Murid itu hairan, “Mengapa, ya Tuan Guru?”
“Kerana kau tertutup oleh dirimu,” jawab Bayazid.
“Bolehkah kau ubati aku agar hijab itu tersingkap?” pinta sang murid.
“Boleh,” ucap Bayazid, “tapi kau takkan melakukannya.”
“Tentu saja akan aku lakukan,” sanggah murid itu.
“Baiklah kalau begitu,” kata Bayazid, “sekarang tanggalkan pakaianmu”. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping. Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang. Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana. Katakan pada mereka, “Hai anak-anak, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang.” Lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu. Katakan juga pada mereka, “Siapa yang mahu menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!”
“Subhanallah, masha’allah, lailahailallah“, kata murid itu terkejut.
Bayazid berkata, “Jika kalimat-kalimat suci itu diucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu diucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir.”
Murid itu keheranan, “Mengapa boleh begitu?”
Bayazid menjawab, “Kerana kelihatannya kau sedang memuji Allah, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu. Ketika kau katakan: Tuhan Maha Suci, seakan-akan kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu.”
“Kalau begitu,” murid itu kembali meminta, “berilah saya nasihat lain.”
Bayazid menjawab, “Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!”
Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Bayazid mengajarkan bahawa orang yang sering beribadat mudah terkena penyakit ujub dan takabur. “Hati-hatilah kalian dengan ujub,” pesan Iblis. Dahulu, Iblis beribadat ribuan tahun kepada Allah. Tetapi kerana takaburnya terhadap Adam, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derjat yang serendah-rendahnya.
Takabur dapat terjadi kerana amal atau kedudukan kita. Kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia. Bayazid menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan dihormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian. Hanya dengan itu kita boleh mencapai hadirat Allah swt.
Orang-orang yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub. Mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak. Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi saw, “Ya Rasulallah, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam. Apakah ada hal lain yang dapat ku pegang teguh?” Nabi menjawab, “Katakanlah, Tuhanku Allah, kemudian ber- istiqamah-lah kamu.”
Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadat yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan. Ia menganggap ibadat sebagai pelaburan.
Orang yang gemar beribadat cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadat dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan amat tersinggung bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya. Sebagai seorang ahli ibadat, ia ingin disambut dalam setiap majlis dan diberi tempat duduk yang paling utama.
Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Bayazid, “Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya. Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan.”
Bayazid menjawab, “Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu.”
Murid itu hairan, “Mengapa, ya Tuan Guru?”
“Kerana kau tertutup oleh dirimu,” jawab Bayazid.
“Bolehkah kau ubati aku agar hijab itu tersingkap?” pinta sang murid.
“Boleh,” ucap Bayazid, “tapi kau takkan melakukannya.”
“Tentu saja akan aku lakukan,” sanggah murid itu.
“Baiklah kalau begitu,” kata Bayazid, “sekarang tanggalkan pakaianmu”. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping. Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang. Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana. Katakan pada mereka, “Hai anak-anak, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang.” Lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu. Katakan juga pada mereka, “Siapa yang mahu menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!”
“Subhanallah, masha’allah, lailahailallah“, kata murid itu terkejut.
Bayazid berkata, “Jika kalimat-kalimat suci itu diucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu diucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir.”
Murid itu keheranan, “Mengapa boleh begitu?”
Bayazid menjawab, “Kerana kelihatannya kau sedang memuji Allah, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu. Ketika kau katakan: Tuhan Maha Suci, seakan-akan kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu.”
“Kalau begitu,” murid itu kembali meminta, “berilah saya nasihat lain.”
Bayazid menjawab, “Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!”
Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Bayazid mengajarkan bahawa orang yang sering beribadat mudah terkena penyakit ujub dan takabur. “Hati-hatilah kalian dengan ujub,” pesan Iblis. Dahulu, Iblis beribadat ribuan tahun kepada Allah. Tetapi kerana takaburnya terhadap Adam, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derjat yang serendah-rendahnya.
Takabur dapat terjadi kerana amal atau kedudukan kita. Kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia. Bayazid menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan dihormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian. Hanya dengan itu kita boleh mencapai hadirat Allah swt.
Orang-orang yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub. Mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak. Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi saw, “Ya Rasulallah, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam. Apakah ada hal lain yang dapat ku pegang teguh?” Nabi menjawab, “Katakanlah, Tuhanku Allah, kemudian ber- istiqamah-lah kamu.”
Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadat yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan. Ia menganggap ibadat sebagai pelaburan.
Orang yang gemar beribadat cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadat dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan amat tersinggung bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya. Sebagai seorang ahli ibadat, ia ingin disambut dalam setiap majlis dan diberi tempat duduk yang paling utama.



